Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengadopsi Kucing

Balance - Kucing menjadi hewan piaraan yang paling banyak digemari. Banyak orang menyukai hewan ini karena memang lucu dan menggemaskan. Apalagi jika sudah dekat interaksinya dengan manusia, polah tingkahnya akan seperti bayi yang lucu. Untuk itulah banyak orang yang berniat untuk memelihara kucing dengan cara melakukan adopsi anak kucing agar bisa didekati dan dipeliharan sejak dini. 

Kucing yang besar saja sangat lucu, apalagi anak kucing, maka akan lebih lucu lagi. Polah tingkahnya akan membuat kita tertawa lepas sehingga bisa dijadikan teman bermain saat istirahat melepas penat. Bahkan banyak juga anak kucing yang sangat dekat hubungannya dengan pemilik, beraktivitas, sampai tidur lagi pun selalu berada di samping kita. 


Untuk memelihara kucing, kita memiliki dua alternatif, yakni memelihara langsung kucing yang besar atau dengan cara adopsi anak kucing. Dua alternatif ini bisa digunakan, asalkan kita sudah mempersiapkan dengan baik. Jika langsung memelihara kucing yang besar, maka kita harus terbiasa dengan kucing yang berkeliaran di rumah dan tahu konsekuensi untuk membantu kucing beradaptasi. 

Sedangkan jika kita mengadopsi anak kucing, maka kita bisa bebas mengajarkannya, karena anak kucing ini seperti kertas putih tanpa tulisan. Masih belum tahu apa-apa, sehingga sangat mudah didekati, dijinakkan, dan diajari.

Persiapan Khusus Sebelum Mengadopsi Kucing

Bagi para pencinta kucing, menambah koleksi kucing di rumah adalah hal yang biasa, namun bagi yang baru akan pertama kali ini memelihara kucing maka akan bertanya-tanya dan membayangkan apa yang harus dilakukan nantinya.

Tentunya keduanya membutuhkan persiapan yang matang, yakni:

1.  Siap memberikan perhatian lebih kepada kucing
Hal ini sudah kita ketahui sejak awal, jika kucing itu seperti anak-anak. Apalagi kalau mengadopsi anak kucing, maka cara merawatnya akan seperti merawat bayi. Memberi makan, membantu minum dengan dot, memandikan, dan lain-lain. Sama halnya dengan memelihara kucing dewasa, kita harus rajin memandikannya, memberinya makan, membersihkan kandangnya, atau bahkan memeriksakan kesehatannya secara rutin.

Nantinya setelah benar-benar memelihara kucing di rumah, kita harus menyediakan waktu untuk merawat si kucing. Tidak peduli saat sibuk, karena kucing memang sangat membutuhkan perhatian pemiliknya. Apalagi kucing hidup satu rumah dengan manusia, maka harus benar-benar dijaga kebersihannya dan kucing tidak mungkin bisa melakukannya sendiri.

2.  Pastikan bahwa kita tidak alergi kucing
Bicara masalah alergi ini menjadi keluhan beberapa orang, karena alergi kucing memang berasal dari beberapa penyebab, misalnya adalah karena alergi bulu kucing. Hal ini sangatlah berbahaya jika kita memaksakan untuk memelihara kucing. Jadi lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter hewan tentang pemilihan kucing yang tingkat alerginya rendah. ‘

3.  Lakukan pemeriksaan sebelum tindakan adopsi anak kucing
Hal ini memang wajib dilakukan. Bukan hanya saat akan mengadopsi kucing besar saja, karena penyakit yang ditularkan hewan juga kemungkinan besar berasal dari anak hewan. Jadi lebih baik jangan mengambil resiko untuk langsung mengambil langkah adopsi tanpa melakukan pengecekan kesehatan di kucing terlebih dahulu.

4.  Mampu memberikan makanan kucing yang terbaik dan berkualitas
Membawa kucing masuk ke dalam lingkungan rumah, berarti juga mempertaruhkan kesehatan lingkungan rumah. Kesehatan semua anggota keluarga akan menjadi taruhannya, karena saat kucing sakit maka akan dengan cepat virusnya menyerang lingkungan sekitar. Kucing yang sakit akan keluar juga lewat kotorannya.

Hal ini disebabkan oleh faktor makanan yang dikonsumsinya. Jika kita tidak memberikan makanan yang terbaik, maka si kucing akan menebarkan penyakit. Untuk itulah, sediakan makanan terbaik khusus kucing. Kita bisa menemukannya di tempat atau toko yang jual makanan ternak.

5.  Sediakan tempat khusus untuk kegiatan kucing
Memelihara kucing itu bisa dilepas bebas di rumah atau dimasukkan di dalam kandang. Namun yang pasti adalah bahwa kucing memiliki ruang tersendiri untuk melakukan aktivitas. Selain kandang, kita bisa menyediakan ruangan sempit di samping rumah untuk kucing beraktivitas. Di sana pun kita bisa menyediakan mainan untuk kucing.

6.  Siap membersihkannya setiap hari
Kucing berinteraksi dengan lingkungan rumah secara langsung dengan sering dipegang, dipeluk, dicium, dan tidur di dekat pemiliknya atau secara tidak langsung dengan dimasukkan kandang yang diletakkan di dalam rumah.

Bagaimanapun wujud interaksinya, akan lebih baik jika kebersihannya rutin dijaga setiap hari, yakni dengan memandikan, menggosok giginya, memangkas kukunya, menyisir bulunya, atau langsung membawanya ke salon binatang. Kebersihan kucing ini sangat penting dan harus dilakukan sejak awal adopsi anak kucing.

Banyak hal penting yang harus diperhatikan sebelum mengadopsi anak kucing. Sebagai pemilik, kita harus benar-benar melakukan persiapan dan pertimbangan dengan baik, jangan sampai ada dampak tidak baik yang terjadi di lingkungan rumah akibat interaksi dengan kucing yang bermasalah. Perhatikan kebersihannya, tempatnya, dan makanannya, maka kucing akan menjadi kucing yang aman untuk dipelihara di rumah.


EmoticonEmoticon